Senin, 31 Agustus 2015

Bagaimana Mungkin Allah Ada Tanpa diciptakan?

Dari kejauhan, tampak seorang pemuda masuk ke sebuah masjid mendekati beberapa orang yang sedang mendengarkan ceramah dari seorang ustadz. Pemuda itu adalah seorang Atheis. Diapun mengajukan 3 pertanyaan kepada Pak Ustadz, namun dengan jawaban menggunakan logika, tanpa menggunakan dalil. Karena menurutnya, jika menggunakan dalil, diskusi mereka tidak akan menghasilkan apa-apa.

Lantas, apa yang ditanyakan oleh Atheis tersebut? Berikut pertanyaannya :

1. Semua yang ada didunia ini ada karena penciptanya. Bagaimana mungkin Allah ada tanpa diciptakan?

2. Allah menjanjikan di surga, manusia bisa makan dan minum sepuasnya. Bagaimana bisa manusia bisa makan dan minum tanpa buang air di surga?

3. Iblis dan setan itu diciptakan dari api. Apakah iblis dan setan bisa disiksa di neraka, padahal neraka itu sendiri dari api?

Pak ustadz pun tersenyum mendengar pertanyaan atheis tadi, lalu menjawab pertanyaannya dengan bijak. Berikut jawabannya :

1. Nak, kau tahu angka 1? Dari angka berapa angka 1 berasal? Sedangkan angka lain seperti 3 adalah hasil dari 1+2 dan 4 adalah 1+3 ? Angka 1 adalah bilangan tunggal, tidak diciptakan dari angka yang lain, tapi bisa menciptakan angka lain. Apakah masih sulit bagimu memahami bahwa Allah adalah Zat Maha Tunggal yang Maha pencipta tapi tidak bisa diciptakan?
Atheis terdiam atas jawaban pertamanya.

2. Apakah kau tahu ketika kita semua berada dalam perut ibu, kita semua makan dan juga minum? Bila memang kita makan dan minum, bagaimana caranya kita buang air ketika berada dalam perut ibu? Jika kau percaya di dalam perut ibu kita makan dan minum tanpa buang air, apakah sulit bagimu mempercayai jika di surga nanti kita juga bisa makan dan minum sepuasnya tanpa buang air? 
Atheis terdiam untuk kedua kalinya. 

3. Sebelum menjawab pertanyaan ketiga, Pak Ustadz memanggil atheis mendekatinya. Pak ustadz lalu menampar pipi atheis dengan sangat keras yang membuatnya marah dan kesakitan sambil memegang pipinya. Pak ustadz lalu menjawab pertanyaannya,
"Nak, kau tahu tanganku ini dilapisi kulit? Tanganku ini terbuat dari tanah. Pipimu juga dialpisi kulit dan juga terbuat dari tanah. Bila tangan dan pipi kita sama, bagaimana kau bisa merasa kesakitan ketika kutampar? Bukankah iblis / setan dan neraka terbuat dari bahan yang sama?"

Atheis pun terdiam dan termenung tanpa berkata-kata..

Sahabat..Begitulah caranya jika kita menghadapi orang yang yang terkesan ingin mencela dan merendahkan agama kita. Jawablah dengan cerdas dan bijak. Semoga kita semua tetap dalam Lindungan Allah Swt..Aaamiiiiiiin..

Kamis, 27 Agustus 2015

Kabut Asap di Langit Palembang

Sudah hampir seminggu ini langit palembang dihiasi dengan senyawa berwarna putih seperti casper yang disebut dengan asap. Dan..asap terparah terjadi mulai selasa kemarin, 25 Agustus 2015. Yang paling membuat saya gerah, kejadian ini dialami oleh semua warga palembang hampir setiap tahun setiap musim kemarau. 

Penyebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan dikarenakan adanya oknum yang membakar hutan untuk pembukaan lahan baru dengan sengaja, tanpa memikirkan efeknya. Walaupun sudah dibuat peraturan oleh KAPOLDA Palembang, tentang larangan membakar semak belukar,lahan, dan lain-lain dan jika ada yang terbukti melanggar akan dikenakan hukuman penjara, tetap tidak membuat oknum tersebut takut. 

Saya sebagai salah satu warga palembang berharap agar pemerintah provinsi Sumatera Selatan bisa mengatasi masalah kabut asap ini secepatnya dan mencari solusi agar hal ini tidak terulang di tahun-tahun berikutnya. Entah apakah mungkin dengan cara memasang CCTV di satelit luar angkasa untuk mendetect siapa oknum yang biasa melakukan pembakaran hutan , atau menyebarkan drone di daerah hutan-hutan yang kemungkinan akan dijadikan di lahan, atau bisa juga melakukan MoU dengan hantu-hantu penghuni hutan yang ada didaerah Sumatera Selatan ini bila si hantu melihat si oknum mau melakukan pembakaran hutan, buat dia terkejut sampai berlari terbirit-birit dan tidak melakukan perbuatannya lagi..hehe..