Penyebabnya adalah tidak lain dan tidak bukan dikarenakan adanya oknum yang membakar hutan untuk pembukaan lahan baru dengan sengaja, tanpa memikirkan efeknya. Walaupun sudah dibuat peraturan oleh KAPOLDA Palembang, tentang larangan membakar semak belukar,lahan, dan lain-lain dan jika ada yang terbukti melanggar akan dikenakan hukuman penjara, tetap tidak membuat oknum tersebut takut.
Saya sebagai salah satu warga palembang berharap agar pemerintah provinsi Sumatera Selatan bisa mengatasi masalah kabut asap ini secepatnya dan mencari solusi agar hal ini tidak terulang di tahun-tahun berikutnya. Entah apakah mungkin dengan cara memasang CCTV di satelit luar angkasa untuk mendetect siapa oknum yang biasa melakukan pembakaran hutan , atau menyebarkan drone di daerah hutan-hutan yang kemungkinan akan dijadikan di lahan, atau bisa juga melakukan MoU dengan hantu-hantu penghuni hutan yang ada didaerah Sumatera Selatan ini bila si hantu melihat si oknum mau melakukan pembakaran hutan, buat dia terkejut sampai berlari terbirit-birit dan tidak melakukan perbuatannya lagi..hehe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar